Sebuah "buku catatan" yang mencoba mengabadikan manusia dan tempat dengan segala karyanya. Dicatat dalam sebuah sketsa, gambar, foto dan cerita.
Minggu, 06 Oktober 2013
Senin, 17 Juni 2013
Puncak Suroloyo
Boxi+Water Colour+A4 Paper.
Sendangsono
Kapal
Boxi+A4 Paper.
Selasa, 21 Mei 2013
Emperan Toko atau disebut juga dengan Perko. Kawasan pinggiran toko sepanjang jalan Malioboro yang digunakan untuk berdagang. Dari makanan, konveksi, benda2 kerajinan dll.
Pak Jumari (60 Th). Seorang peminta-minta yang berasal dari daerah Lendah, Kulonprogo. Sejak tahun 1977 sampai hari ini sketsa dibuat, dia masih rutin "ngetem" di depan Toko Roti Djoen. Dia seorang tunanetra.... Tinta Bak+Cat Poster diatas kertas A4
Sabtu, 09 Februari 2013
Rapat
Kota Tua, Semarang
Roode Driehoek
Minggu, 13 Januari 2013
Jalan-Jalan Malioboro.
Bagian ujung utara Jalan Malioboro, Yogyakarta, Indonesia.
Gedung Agung yang terletak di Jalan Ahmad Yani, merupakan jalan bagian selatan dari Jalan Malioboro.
Semua gambar menggunakan Fineliner+Kertas A4
Kali Boyong 2
Boxi+Cat Air+Kertas A4
Sabo
Boxi+Cat Air+Kertas A5
Pray For Suriah
Fineliner+Kertas A5.
Gunungan Hasil Bumi
Fineliner+Cat Air+Kertas A5
Sendang Banyu Panguripan
Boxi+Cat Air+Kertas A5.
Iring-iringan
Boxi+Cat Air+Kertas A5
Bakso Tahun Baru
Fineliner+Cat Air+Kertas A5.
Tahun Baru 2013 MVT
Fineliner+Cat Air+Double Kertas A5.
Tahun Baru Di Kampung
Fineliner+Cat Air+Double Kertas A5
Minggu, 30 Desember 2012
Plengkung Gading.
Fineliner+Cat Air+Kertas A5.
Walking Sketching MVT
Boxi+Cat Air+Kertas A5.
Gereja Gamping
Boxi+Kertas A5
Gereja Paroki Santa Maria Assumpta Gamping terletak di Dusun Gamping Tengah, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Terletak lebih kurang 5 km sebelah barat pusat Kota Yogyakarta.
SejarahPertumbuhan umat paroki Gamping sangat erat hubungannya dengan Kramaredja, cucu dari Raden Panewu Djajaanggada, abdi dalaem Kasultanan Ngayojakarta Hadiningrat yang bekerja sebagai penjuang gamping.
Setelah dibaptis tahun 1918, Bendot Djajantama (anak dari Kramaredja) membimbing adik-adiknya yaitu Sarwana Bratqaanggada supaya belajar di Normaalschool di Muntilan, dan dibaptis di Muntilan pada tahun 1919. Juga mengarahkan adik perempuannya untuk belajar baca tulis dan bekerja di pabrik cerutu Negresco (sekarang Tarumartani). Dengan cara itulah adik-adiknya dan orangtuanya menjadi Katolik. Kramaredja sendiri dibaptis dengan nama baptis Bartolomeus pada tanggal 10 Nopember 1920 oleh Rm. H. Van Driessche, SJ. Beliaulah yang tercatat menjadi umat pertama di Gamping.
Perkembangan umat di Gamping sangat subur, sehingga umat mendesak pastor Paroki Kumetiran untuk mempersiapkan beridirinya gereja di Gamping. Berhubung status Gamping belum tegas, apakah menjadi bagian dari paroki Kotabaru atau paroki Kumetiran, maka Rama Alexander Sandiwan Brata, Pr pada tahun 1954 menulis surat ke Vikariat Apostolik Semarang. Surat tadi berisi tentang penegasan status bahwa Gamping memilih menjadi bagian dari paroki Kumetiran daripada paroki Kotabaru, melihat dari keeratan hubungan Gamping – Kumetiran dan kebiasaan umat Gamping beribadat ke gereja Kumetiran.
Seiring pertambahan umat, maka diperlukan prasana yang cukup memadai, yaitu gereja.
etelah tanah diperoleh, Panitia kemudian mengurus pengesahan hak kepemilikan atas tanah yang dilakukan dengan membuat Yayasan berbadan Hukum „PENGURUS GEREJA DAN PAPA MISKIN ROOMS KATOLIK DI WILAYAH GEREJA SANTA MARIA DIANGKAT KE SURGA DENGAN MULIA DI GAMPING, SLEMAN, YOGYAKARTA”. Yayasan ini disahkan pada tanggal 9 September 1958, di depan Notaris Raden Mas Soeprapto di Semarang.
Sumber: https://kas.or.id/paroki-maria-asumpta-gamping/




























